RSS

Arsip Bulanan: Juni 2012

Tugas Pak Bambang

Rangkuman Tugas Pak Bambang…
 
Dalam sebuah penelitian menujukan dengan sangat jelas bahwa daya saing suatu perusahaan ataupun negara tergantung kepada kemampuan kecakapan, sikap dan wawasan yang luas tenaga kerjanya, untuk memenuhi tuntutan yang di industri yang terus-menerus berubah dari baik domestik maupun global secara cepat.
 
Itu semua karena pada masa globalisasi ini akselerasi perkembangan teknologi berkembang sangat cepat serta peningkatan kompleksitas dari suatu pekerjaan akan berkembang pesat. Pada masa globalisasi ini, akan menciptakan peluang yang amat besar dan juga akan membuat ancaman yang besar. Dan juga pada masa globalisasi akan menciptakan keterbukaan yang selebar-lebarnya antar seluruh negara yang akan mengakibatkan persaingan yang ketat. Maka apabila pada sekarang ini kita belum bersiap menghadapi masa Globalisasi, nantinya itu akan mengancam ketersediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat dinegaranya sendiri yang belum profesional dan berkompeten dibidangnya.
 
            Maka daripada itu, kita sebagai bangsa Indonesia harus bersiap menghadapi Globalisasi. Karena pada masa sekarang ini Sumber Daya Manusia di Indonesia  tingkat kemampuan daya saingnya masih terbilang rendah dibandingkan dengan negara-negara lain, serta masih rendahnya daya saing Global sektor Industri di Indonesia.
 
Ini diperjelas dari data kualitas TKI Indonesia yang pendidikannya lebih rendah, yaitu dengan perincian pendidikan terakhirnya, sebagai berikut :
o   SD                         = 53,2 %
o   SMP                       =21,9%
o   SMA                      =20,1%
o   Dpl/PT                   =4,8%
Dengan jumlah angkatan kerja Indonesia di luar negri mencapai = 103,2 juta jiwa
 
            Jadi pemerintah Indonesia seharusnya bisa membuat program yang dapat memajukan warganya Menjadi tenaga kerja yang memiliki kemampuan lebih tinggi, fleksibel, dan fokus pada industri, Membuat Lembaga uji dan sertifikasi harus dapat menjamin kualitas tenaga kerja Indonesia, serta menambah Institusi pendidikan dan pelatihan yang memiliki kemampuan berprestasi tinggi
 
 
 

                        Hal-hal yang harus dimiliki seorang Hotelier :

1.      Sikap (Attitude) dan Kesan Pertama (First Impression) yang harus dimiliki seorang Hotelier di lingkungan kerja :


–          Grooming yang baik.
–          Ramah Tamah.
–          Sopan santun.
–          Mudah beradaptasi dengan lingkungan kerja.
–          Bersungguh-sungguh dalam bekerja.
–          Peduli dengan keadaan.
–          Sigap dalam segala keadaan.
–          Tangguh dalam bekerja.
–          Empati kepada tamu.
–          Percaya diri.
–          Disiplin.

 

 
2.      Kecakapan yang harus dimiliki seorang Hotelier
–          Keterampilan & Kemampuan melakukan pekerjaan
–          Kemampuan mengoperasikan peralatan kerja
–          Mahir melakukan pekerjaan dalam mengerjakan tugas
–          Menguasai pekerjaan dalam keadaan darurat
 
3.      Karakter-Karakter yang harus dimiliki seorang Hotelier
–          Keahlian bersosialisasi
–          Mudah beradaptasi dengan lingkungan pekerjaan
–          Serta seorang Hotelier juga harus memperhatikan & mempelajari :
·         Peraturan dan Tata Tertib yang berlaku di lingkungan industri tempat dia bekerja.
·         Standart dalam melakukan pekerjaan.
·         Etos kerja yang tinggi.
·         Disiplin.
·         Jujur.
·         Berbudi pekerti.
·         Beretika (memiliki sopan santun).
·         Dapat berinteraksi dengan kelompok sosial budaya yang berbeda.
·         Dapat berkomunikasi dengan baik.
·         Memiliki prilaku dan kepribadian yang baik secara pribadi maupun umum.
 
4.      Seorang Hotelier juga harus memiliki Pengetahuan atau Wawasan (Knowledge) mengenai :
–          Visi dan Misi Perusahaan
–          Tata Tertib Perusahaan
–          Oblek Wisata di daerah sekitar hotel atau di daerah provinsi tempat hotel tersebut berada
–          Sosial dan  Budaya yang berada di sekitarnya
–          Karakteristik tamu (guest) dari berbagai suku bangsa atau negara
–          Etika dan Hukum yang berlaku di daerah tersebut
–          Fungsi manajemen di industri Hospitality
 
Serta seorang Hotelier harus memiliki 4 kopetensi yang akan membuatnya lebih kopeten dari karyawan lainnya, yaitu :
1.      Memiliki sikap dan perilaku yang baik
2.      Memiliki Keterampilan atau Kemahiran dalam bekerja
3.      Memiliki Pengetahuan yang luas
4.      Serta yang paling penting adalah Memiliki Karakter yang Kuat ( Sifat, Budi Pekerti, Tabiat, dan Watak) yang baik, seperti memiliki Karakter :
o   Bertanggung Jawab dengan pekerjaannya
o   Memiliki antusias yang tinggi dalam menjalankan pekerjaan
o   Memiliki komitmen yang tinggi
o   Serta harus konsisten dengan apa yang dikerjakannya.
karena kopetensi 1 sampai 3 tidak akan berjalan dengan lancar dan menghasilkan sesuatu yang baik tanpa dilengkapi dengan kopetensi ke4, dan kopetensi ke 4 lah yang akan menentukan hasil dari pekerjaan yang telah kita lakukan sebelumnya.
 
 
Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 11, 2012 in Uncategorized

 

Tugas Pak Dito

Beberapa Complain yang pernah saya hadapi ketika saya practical di Thistel Hotel Johor Bahru di Banquet Department :
 
1. Complain :
    Tamu disalah satu meeting room mengeluh bahwa kopi dan teh di kopi station mereka tidak panas
    dan mereka meminta kopi mereka diganti dengan kopi yang panas.
    Serta susu yang untuk compliment kopi mereka ada serangganya.

    Tindakan saya :
    Saya mendengarkan keluhan mereka dan meminta maaf dengan sopan.Setelah itu saya mengambil
     kopi, teh dan susu tersebut serta kopi warmernya. dan mengganti kopi, teh serta susu yang telah ada
     serangganya dengan yang baru dan warmer yang masih bekerja dengan baik. dan meminta maaf sekali lagi atas kejadian tersebut.
 
2. Complain :
    Tamu disalah satu meeting room mengeluh dengan saya karena Audio ruang meeting sebelahnya terdengar di ruangannya tetapi Audio ruang meeting mereka tidak terdengar, sehingga meeting mereka terganggu dan meetingnya terpaksa mereka hentikan hingga suara berisik yang berasal dari ruangan sebelah mereka reda.
 
    Tindakan saya :
    Saya mendengarkan keluhan mereka dengan seksama dan meminta maaf serta menjelaskan kepada mereka bahwa audio meeting room sebelah tertukar dengan audio dari ruangan meeting mereka dan memanggilkan staff AV (Audio Visual) untuk memperbaiki kesalahan teknik yang tengah terjadi. Setelah diperbaiki oleh staff AV, saya dan staff Av tersebut meminta maaf kembali dengan ketidak nyamanan mereka atas kejadian tersebut.
 
3. Complain :
    Tamu di sebuah acara gereja mengeluh bahwa warna bangku yang mereka gunakan tidak sesuai dengan request yang mereka ajukan ketika memesan ruangan meeting, dan meminta agar bangku tersebut diganti dengan bangku yang mereka request sebelumnya dan mengeluh bahwa panggung yang mereka pesan sebelumnya tingginya 2 kaki tetapi yang diset staff banquetnya malahan tinngginya 3 kaki. dan mereka meminta panggunng tersebut diganti sesuai pesanan mereka.

    Tindakan Saya :
    Saya mendengarkan keluhan mereka dan meminta maaf tentang kejadian tersebut, lalu saya memanggil teman-teman saya sesama trainee di hotel tersebut dan juga memanggil beberapa orang yang sedang part time disana. Kami pun mengganti semua bangku tersebut dengan bangku yang warnanya sesuai dengan yang mereka pesan ketika memesan ballroom tersebut dan juga merubah ketinggian panggung yang awalnya 3 kaki menjadi 2 kaki sesuai dengan pesanan mereka sebelumnya. Dan ketika selesai  saya dan para supervisor meminta maaf dengan adanya kejadian tersebut.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 11, 2012 in Uncategorized

 

Tugas Bu Derinta

Nilai moral yang saya dapatkan setelah membaca cerita motivasi tentang monyet adalah :

– Suatu keberhasilan seseorang ditentukan oleh kegigihan orang tersebut dalam menjalankan usahanya,walaupun telah melihat orang lain yang telah mencobanya lebih dulu mengalami kegagalan,

– Sifat pantang menyerah dalam menghadapi kegagalan yang dialami sebelumnya dan mencoba untuk bangkit lagi untuk mencoba kembali kegagalan tersebut hingga berhasil,

– Memotivasi diri sendiri untuk pantang menyerah menghadapi kegagalan yang dihadapi untuk mencapai keberhasilan,

– Berfikiran positif dalam menghadapi kegagalan, karena apabila kita berfikiran negatif tentang kegagalan yang dihadapi maka kita akan mengerjakan usaha tersebut dengan tidak sebaik mungkin sesuai dengan kemampuan yang dimiliki setelah mengalami kegagalan tersebut,

– Tidak terpengaruh dengan perkataan negatif dari orang lain yang pernah gagal menjalankannya tetapi seharusnya kita belajar dari kegagalan orang tersebut untuk mencapai keberhasilan untuk kita,

– Berusaha sebaik mungkin dalam menjalankan usaha dan tidak terpengaruh dengan orang lain, karena keberhasilan kita tidak akan sama dengan orang lain, dan keberhasilan kita tidak berada ditangan orang tersebut tetapi ada ditangan kita sendiri. Dan juga, bagaimana pun orang memberikan masukan untuk kita, tapi kita menjalankannya dengan sepenuh hati maka kita tidak akan mendapatkan hasil yang maksimal,

– Percaya akan kemampuan diri sendiri dalam menjalankan tugas, karena apabila kita tidak percaya akan kemampuan diri sendiri kita tidak akan mendapatkan hasil yang memuaskan, dan juga kita akan dianggap tidak mampu menjalankan usaha tersebut oleh orang lain,

– Yakin akan kemampuan yang dimiliki pada diri sendiri, karena apabila kita tidak yakin pada diri sendiri kita pasti tidak akan mengerjakan usaha tersebut dengan sebaik mungkin dengan kemampuan yang dimiliki,

– Dan yang paling penting adalah doa, karena semua usaha tersebut tidak akan bermakna apabila tidak disertai doa dan keyakinan terhadap tuhan YME.

 

Sekian nilai moral yang saya dapatkan setelah membaca cerita motivasi tentang monyet tersebut….

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juni 11, 2012 in Uncategorized